Anggrek dikenal sebagai tanaman hias yang indah dan elegan, namun di balik keanggunannya, terdapat ancaman serius berupa penyakit-anggrek yang bisa menyerang kapan saja. Mulai dari serangan jamur, bakteri, hingga virus, semuanya dapat merusak keindahan dan pertumbuhan anggrek jika tidak ditangani dengan tepat.
Oleh karena itu, penting bagi para pecinta tanaman untuk mengenali berbagai jenis penyakit-anggrek sejak dini agar dapat melakukan pencegahan dan perawatan yang efektif. Dalam artikel ini, kita akan membahas tujuh penyakit anggrek yang paling umum serta cara mengatasinya agar tanaman tetap sehat dan menawan.
1. Root Rot (Busuk Akar)

Penyakit anggrek ini disebabkan oleh jamur seperti Rhizoctonia yang menyerang akar akibat kondisi terlalu lembap dan minim sirkulasi udara. Biasanya terjadi karena penyiraman berlebihan atau media tanam yang tidak memiliki drainase baik.
Gejalanya sulit dideteksi di awal karena kerusakan terjadi di bawah media, namun tanda-tanda seperti daun menguning dan layu sering muncul. Akar yang terkena menjadi lembek, berwarna cokelat kehitaman, dan tidak mampu menyerap nutrisi.
Pencegahan dan Penanganan: segera periksa kondisi akar secara rutin, terutama pada pot transparan. Pangkas bagian akar yang membusuk menggunakan gunting steril, lalu tanam ulang dengan media baru seperti kulit pinus atau arang yang berpori.
Pastikan media kering sebelum penyiraman berikutnya dan hindari kelembapan berlebih. Pencegahan lebih efektif daripada pengobatan karena busuk akar sulit disembuhkan bila sudah menyebar luas.
2. Brown Rot (Busuk Daun Cokelat)

Penyakit anggrek ini disebabkan oleh bakteri Erwinia yang berkembang cepat pada kondisi lembap dan hangat. Biasanya menyerang daun dengan munculnya bercak basah yang kemudian berubah warna menjadi cokelat kehitaman.
Bakteri ini menghasilkan enzim yang melarutkan jaringan tanaman, sehingga daun cepat busuk dan mengeluarkan bau tidak sedap. Dalam hitungan hari, infeksi bisa menyebar ke seluruh tanaman.
Pencegahan dan Penanganan: isolasi tanaman yang terinfeksi untuk mencegah penularan. Potong bagian yang terinfeksi dengan alat steril, lalu semprotkan bakterisida berbahan tembaga (hindari pada jenis dendrobium).
Pastikan penyiraman dilakukan pagi hari agar daun sempat kering sebelum malam. Hindari percikan air ke daun dan jaga sirkulasi udara tetap lancar. Perawatan ini membantu mencegah perkembangan bakteri dan menjaga kondisi tanaman tetap sehat.
3. Black Rot (Busuk Hitam)

Penyakit anggrek ini disebabkan oleh jamur Phytophthora cactorum dan Pythium ultimum. Gejalanya biasanya muncul dari bawah daun berupa bercak basah kecil yang lama-kelamaan menghitam.
Jika dibiarkan, infeksi akan menyebar cepat ke batang dan akar hingga tanaman mati. Lingkungan lembap dan genangan air adalah kondisi ideal bagi penyebaran busuk hitam.
Pencegahan dan Penanganan: buang segera bagian yang terinfeksi, dan jika tanaman sudah parah, sebaiknya dibuang untuk mencegah penyebaran ke tanaman lain. Gunakan fungisida khusus untuk jamur air (oomycetes) sesuai petunjuk label.
Hindari penyiraman berlebihan, jangan biarkan air menggenang, serta jaga ventilasi udara tetap baik. Menjaga media tanam tetap kering dan steril menjadi langkah kunci agar penyakit anggrek ini tidak kembali menyerang.
4. Fusarium Wilt (Layu Fusarium)

Penyakit ini disebabkan oleh jamur Fusarium oxysporum yang menyerang sistem pembuluh tanaman, menghambat aliran air dan nutrisi. Gejala awal penyakit anggrek ini berupa daun menguning, layu, dan pertumbuhan melambat. Jika batang dibelah, terlihat warna ungu kehitaman pada jaringan dalam akibat infeksi jamur.
Pencegahan dan Penanganan: bila batang sudah menunjukkan perubahan warna, tanaman harus segera dibuang karena infeksi tidak bisa disembuhkan. Namun jika masih ringan, lakukan pemangkasan bagian terinfeksi dan gunakan fungisida seperti thiophanate-methyl.
Pastikan alat pemotong disterilkan setiap kali digunakan. Gunakan media tanam dengan drainase baik dan jangan menempatkan anggrek terlalu rapat agar udara mengalir dengan baik. Isolasi tanaman baru selama beberapa minggu juga penting karena Fusarium sering terbawa dari tanaman lain.
5. Anthracnose (Bercak Daun Jamur)

Anthracnose disebabkan oleh jamur Colletotrichum dan Glomerella spp. yang menyerang daun anggrek. Penyakit ini ditandai dengan munculnya bercak cokelat dari ujung daun yang meluas ke tengah, meninggalkan batas tegas antara jaringan sehat dan terinfeksi. Lingkungan panas, lembap, dan minim cahaya menjadi pemicu utama.
Pencegahan dan Penanganan, kurangi kelembapan dan perbaiki sirkulasi udara. Pisahkan tanaman yang terinfeksi, potong daun yang terserang, lalu semprotkan fungisida sistemik seperti thiophanate-methyl. Lakukan pergantian antara fungisida sistemik dan pelindung agar jamur tidak resisten.
Hindari penyiraman di atas daun dan pastikan tanaman mendapat cahaya cukup. Dengan perawatan teratur, penyakit anggrek ini bisa dikendalikan sebelum menular ke tanaman lain.
6. Leaf Spot (Bercak Daun)

Penyakit anggrek ini dapat disebabkan oleh beberapa jamur seperti Phyllosticta, Cercospora, atau Septoria. Gejalanya berupa bintik-bintik kecil kekuningan yang berubah menjadi cokelat atau hitam. Lama-kelamaan, bercak tersebut meluas dan membuat daun mengering sebagian. Kondisi lembap dan percikan air sering mempercepat penyebaran penyakit ini.
Pencegahan dan Penanganan: pisahkan tanaman yang terkena, potong bagian daun yang rusak, dan bersihkan alat pemotong dengan alkohol. Hindari penyiraman berlebihan serta jaga agar daun tetap kering. Jika infeksi cukup berat, gunakan fungisida pelindung sesuai dosis.
Bersihkan area sekitar pot dari sisa daun atau media lama untuk mencegah jamur berkembang lagi. Sirkulasi udara yang baik sangat penting untuk mencegah kembalinya penyakit ini.
7. Botrytis (Jamur Abu-abu)

Botrytis cinerea adalah penyebab utama penyakit anggrek ini. Jamur ini menyerang bunga, menimbulkan bercak cokelat kehitaman pada kelopak dan bisa menimbulkan lapisan abu-abu di permukaannya. Penyakit ini berkembang pesat di udara lembap dan suhu dingin dengan ventilasi minim.
Pencegahan dan Penanganan: buang segera bunga yang terinfeksi agar jamur tidak menyebar ke bagian lain. Setelah itu, semprotkan fungisida pelindung sesuai petunjuk penggunaan. Rajin periksa tanaman saat musim hujan atau cuaca dingin karena kondisi ini paling mendukung pertumbuhan jamur.
Hindari menumpuk tanaman terlalu rapat, dan segera singkirkan bunga yang layu. Menjaga kebersihan lingkungan dan mengontrol kelembapan akan menekan risiko munculnya Botrytis pada koleksi anggrekmu.
Jika kamu mencari bunga anggrek yang sehat, indah, dan bebas dari penyakit, Puspa Dewi Flower adalah pilihan terbaik. Kami memiliki nursery atau pembibitan sendiri, memastikan suplai tanaman selalu aman dan berkualitas tinggi. Setiap anggrek bulan yang kami tawarkan berasal dari tanaman premium yang lebih awet dan tahan lama.
Sejak 2018, kami telah berpengalaman dalam pembuatan hampers anggrek dan jasa rental tanaman hias. Dengan lebih dari lima tahun pengalaman di dunia florist, kami berkomitmen menghadirkan produk terbaik untuk berbagai kebutuhan — mulai dari hadiah eksklusif hingga dekorasi acara.
Kamu juga bisa menemukan layanan jual anggrek Bekasi dengan harga kompetitif dan kualitas tak tertandingi. Puspa Dewi Flower siap menjadi solusi terpercaya untuk kebutuhan bunga dan tanaman hiasmu. Beli sekarang juga dan rasakan perbedaannya!
Sumber:
- https://www.aos.org/orchid-care/orchid-pests-diseases-cultural-issues
- https://www.epicgardening.com/orchid-diseases/
- Tren Anggrek 2025: Jenis yang Sedang Naik Daun - 27 November 2025
- Pupuk Anggrek – Jenis, Cara Memilih, & Cara Pakai - 27 November 2025
- 9 Ide Karangan Bunga Ulang Tahun Perusahaan - 19 November 2025







Tinggalkan komentar